gambar yang lagi pada enak tiduran .. ckckckkc


Indonesia memang sumber keanehan kali yah ? --“

Baru saja saya denger lagi untuk keberapa kalinya, di indonesia sedang marak terapi REL. Wow mau digiles apa sama kereta biar langsing ? ckckkckckckc....

Aneh sih memang kalo liat di Indonesia kok kaya orang yang pada gak punya kepercayaan lah, masih inget ga saat heboh soal ponari? Ceile batu dipercaya ampe seantero Indonesia datang coba.

Dikutip dari tempointeraktif.com kata menteri kesehatan ajah udah gak ada dasar, menteri loh pak? Mau percaya rel mau percaya menteri hayo ????? haha..

Huuuh .. lagi lagi satu kata, miris. Apa yah yang menjadi penyebab di Indonesia banyak sekali sesuatu yang “gak masuk akal”. Udah ada pocong di tangkep polisi, parah.. iseng banget tu orang, sederhana sih cuma kondisi sosial kita bisa di tentukan dengan hal hal seperti itu loh. Kondisi sosial kita seperti sedang di acak acak oleh zaman jadi banyak orang yang sudah ga pada tempatnya lah.

Saya ga akan bahas tentang terapi REL loh, buat apa lagian mikirin hal yang emang udah ga ada dasarnya. Cuma sedikit mau sharing ajah, apa sih yang sedang terjadi di indonesia? Mikir dulu ahh --“

LAGI LAGI IBUKOTA

Posted by aurora On 17.22 0 komentar

Saya bukan warga Jakarta yang setiap hari melihat kemacetan yang sangat panjang dan merasakan udara yang sangat panas. Tapi saya warga Indonesia yang merasa memiliki bangsa dan selalu memperhatikan setiap kemajuan, masalah dan kisruh-kisruh yang terjadi. Saya perhatikan bahwa setiap pemberitaan yang menunjukan dan menyebutkan kata Ibukota seringnya atau kebanyakan pasti diikuti dengan kasus atau sebuah masalah, walaupun memang banyak juga prestasi-prestasi yang di buat oleh ibukota.

Tadi saya melihat sebuah berita dengan label “kontroversi”, kita bisa tahu dari judul pemberitaan saja apa yang akan dibicarakan di berita itu. Ternyata lagi-lagi Ibukota yang menjadi objek, kali ini bagian masalah sampah yang menjadi sorotan. Setelah mengetahui berapa banyak sampah yang dihasilkan setiap harinya saya langsung merinding dan tidak habis pikir, apa saja yang kita semua buat, dan pakai setiap harinya sampai sampah yang dihasilkan di Ibukota perharinya adalah 6000 TON perhari. Cukuplah Ibukota yang menjadi indikator untuk kita mengukur berapa banyak sampah yang kita hasilkan setiap harinya, tentunya bagi kita yang tidak tinggal di jakarta kita harus sebisa mungkin jangan sampai kita menyamai rekor buruk Ibukota.

Di Jakarta semua orang bertumpuk dan berlomba-lomba untuk mendulang “emas” di Jakarta, tapi mungkin mereka lupa untuk bisa sedikit lebih memperhatikan masalah lingkungan. Menurut data dari pemberitaan tadi, bahwa tingkat pencamaran tahun 2011 meningkat 100% dari tahun lalu. Itu menunjukan beberapa kemungkinan, yang pertama adalah masyarakat makin tidak peduli, masyarakat makin banyak, atau tidak ada penanggulangan dari pemerintah. Yang saya tahu kalau untuk pemerintahan pasti berusaha tapi usaha tersebut saya rasa akan terasa sia-sia jika dibandingkan dengan penumpukan penumpukan sampah setiap harinya. Jadi jika kita semua ingin sama-sama kembali menikmati indahnya pantai, ombak dan pulau pulau yang sekarang sudah menjadi kambing hitam dari kenakalan ibukota kita harus bisa mengatur diri kita dalam menjalani kehidupan yang sopan.

Tadi pagi melihat berita di sebuah stasiun TV yang memberitakan lagi lagi bentrok mahasiswa di salah satu universitas. Saya kira setiap tahun selalu saja ada, bakan mungkin setiap bulan ada saja bentrok yang melibatkan mahasiswa di dalamnya. Entah apa yang terjadi tapi seperti ada suatu kebiasaan bagi oknum-oknum mahasiswa untuk melakukan aksi-aksi anarkis, anda tahu penyebabnya apa? Saya kira penyebab-penyebabnya rata-rata adalah masalah yang mungkin masih bisa di selesaikan dengan cara damai walaupun tidak sedikit diantaranya adalah masalah besar, tapi apakah hanya dengan jalan merusak bangunan, membakar ban dan aksi lainnya yang membuat negeri ini miris. Kita ambil contoh pada kasus yang kemarin terjadi yaitu bentrok di Universitas Patimura, memang penyebabnya adalah hal yang besar yaitu diduga karena adanya ketidak adilan dalam SNMPTN Universitas Patimura. Hal ini kebetulan adalah hal yang memang harus di angkat, jika memang tidak adil ini harus di usut. Tapi tidak sedikit juga yang bentrok karena masalah seperti adanya saling mengejek, malah ada karena seorang perempuan. Tidak jarang para mahasiswa langsung melakukan serangan jika seorang di antara teman mereka merasa mendapatkan sebuah “ketidakadilan”. Lalu setempramen inikah mahasiswa di zaman sekarang? Banyak mahasiswa yang hanya menghabiskan uang orang tuanya di kampus hanya untuk menjalankan kesenangannya “kuliah” dan membuatnya lama hidup di kampus, bukan tidak baik tapi menurut saya alangkah lebih baiknya jika para mahasiswa bisa memanfaatkan waktunya dengan baik dan segera membalas kebaikan orang tua. Banyak para mahasiswa yang seharusnya menjadi kaum intelek di mata masyarakat malah melakukan hal-hal yang merugikan banyak pihak hal itu ironis dengan keadaan pendidikan 9 tahun di indonesia. Banyak anak anak putus sekolah karena tidak mempunyai biaya dan harus menjadi tulang punggung keluarga untuk memperjuangkan hidupnya demi menemukan sesuap nasi.

Saya termasuk orang yang tidak panatis pada organisasi kemahasiswaan, walaupun saya bergelut juga didalamnya. Saya pikir dengan belajar berorganisasi dengan sederhanapun saya akan bisa mengarungi hidup selanjutnya. Banyak malah mahasiswa yang berpikir kuliah itu lebih tidak penting dari organisasi, dan katanya kuliah masih ada waktu sampai tujuh tahun. Tujuh tahun ? atau masih ada waktu buat DO? Kalau saya berasal dari orang berada mungkin saya akan berpikir seperti itu atau saya lebih memilih untuk menolong orang yang tidak bersekolah dari pada saya menghabiskan uang orang tua saya dengan percuma, tapi saya pikir saya harus secepatnya lulus dan bisa merubah kehidupan saya, keluarga dan bangsa ini, bangsa ini secepatnya butuh para penerus yang harus mengalihkan haluan negara ini ke arah yang lebih baik.

Anak putus sekolah sudah banyak, dan 80% diantaranya karena penyebab ekonomi, jutaan anak sekolah berharap ingin kembali kesekolah yang mungkin bisa di wujudkan dengan kebijakan pemerintah yang arif dan lebih memperhatikan rakyat kecil. Jika pemerintah membutuhkan penerus pada waktu dekat maka yang akan menjadi penerus bukannya para mahasiswa? Nah bagaimana jadinya jika negara ini di teruskan oleh orang orang yang hanya bisa melakukan kericuhan saat “belajarnya”. Rasanya cukup melihat hal hal yang tidak rasional terjadi di negeri ini dan segera lakukan hal terbaik untuk bangsa.

Kehidupan pasti di mulai dari sejak pagi hari setelah kita bangun dan menunaikan ibadah shalat shubuh (jika beragama Islam). Sekarang shalat shubuh itu sekitar pukul 05.00, itu berarti matahari saja belum terbit, ada sedikit paradigma salah menurut saya salah, banyak orang berkata “matahari saja belum terbit” jika orang itu di suruh beraktifitas di pagi hari. Berangkat dari itu bukannya kita secara tersirat telah di berikan perintah untuk disiplin dalam menjalani kehidupan ini, tentunya di mulai dari pagi hari. Saya masih ingat akan kata-kata guru bahasa indonesia saya di SMA, kata beliau jika ingin melihat seorang disiplin atau tidak dilihat dari Shalatnya, mungkin ini hanya satu analogi saja dan memang benar secara logika, jika orang tepat waktud dalam shalat berarti itu sudah menunjukan sebuah kedisiplinan yang luar biasa. Sekarang tidak usah lah kita membicarakan semua waktu shalat yang lima waktu, kita ambil secara singkat di pagi hari.

Ada pepatah zaman dulu bilang “ jangan kesiangan nanti rezeki di patok aya, “ itulah satu filosopis yang menurut saya memang benar adanya. Jika saja kita alihkan pandangan kita pada sebuah pekerjaan pedagang di pasar, jika dia kesiangan apa yang harus dia lakukan sementara orang yang berangkat ke pasar adalah orang yang berangkat pagi. Banyak manfaat sebenarnya jika kita mencoba untuk lebih mendisiplinkan waktu di pagi hari, jika kita seorang mahasiswa kita bisa memulai hidup kita dari sejak pagi. Jangan setengah jam menuju kuliah baru beranjak dari tempat tidur, sungguh rugi menurut saya jika ada orang seperti itu, dia hanya menghabiskan waktu hanya dengan bermalas malasan di tempat tidur dan tidak ada persiapan sama sekali untuk kuliah (misalnya). Hal ini sama halnya pada orang yang bekerja, apakah ada bos yang diam saja jika anak buahnya terlambat bekerja? Tentunya jarang, karena semua bos menginginkan produktifitas yang tinggi, oleh karena itu semua bos menginginkan semua anak buahnya datang di pagi hari dan bekerja. Kembali ke topik, saya pikir ada korelasi positif antara disiplin di pagi hari dengan kesuksesan kita (di pandang dari kenormalan orang bekerja/beraktifitas di pagi hari).

Pada saat kita belum bekerja bukan berarti kita harus leha-leha dalam melakukan segala sesuatu yang ada, tapi harus di jadikan patokan agar dalam bekerja kita bisa total dan bisa membangun masa depan yang cerah dengan cara mengawali hidup di pagi hari dan menyambut cerahnya mentari bukan dengan memulai hari dengan matahari yang sudah berjalan ke tengah.

Kesimpunlan saya adalah, jika kita bisa menghargai waktu mungkin dengan sendirinya waktu akan menjawab dan menghargai apa keinginan kita, so lets on time ..


Pernah lihat acara musik? Pasti kebanyakan kalau acara musik di sponsori oleh perusahaan “tembakau”. Bagi setiap orang musik pasti penting, karena bagi saya pun hidup tanpa musik bagai sayur tanpa air menurut saya. Dari sisi itu mungkin para peusahaan tembakau sering menjadi sponsor untuk acara-acara yang berhunungan erat dengan diri kita. Pendapat saya para perusahaan tersebut melihat sisi bahwa orang orang di indonesia memang suka musik(misalnya), dan melihat pasar bagi produknya ya orang orang penikmat acara. Dalam angkutan umum kadang banyak orang yang berpikir itu mobil pribadi mungkin, dan seenaknya saja “ngebul” di depan orang banyak, mereka mungkin tidak sadar bahwa tidak semua orang tahan terhadap asap rokok.

Akhir akhir ini pun acara olahraga yang ratingnya tinggi pun di sponsori oleh rokok, dan perlu kita tahu bahwa pajak cukai dari rokok pada tahun 2010 itu mencapai 50 Triliun pertahun (sumber http://www.wartakota.co.id/) itu sebanding dengan 94 % penerimaan cukai.

Sungguh mengejutkan kan ? betapa membantunya pajak rokok terhadap bangsa ini, inilah salah satu alasan mengapa negara kita tidak bisa seperti Amerika dan negara lainnya yang telah mengambil langkah kongkrit berupa perubahan gambar di bungkus rokok dengan menggunakan gambar-gambar penyakit karena rokok. Dan pabrik rokok adalah pabrik yang paling banyak mempunyai buruh.

Terlepas dari itu kita harus tahu jika merokok adalah gaya hidup yang tidak sehat, dalam satu batang rokok saja bisa terkandung banyak bahan kimia yang bisa meningkatkan resiko terserang penyakit berat. Itu dilihat dari kesehatan, pernahkah anda berpikir berapa dana yang harus anda angggarkan untuk merokok dalam waktu misalnya lima tahun? mari kita cermati baik baik.

Kita asumsikan inflasi 0% (hal yang tidak mungkin bukan?) tapi marilah kita sedikit menghitung berapa banyak uang yang harus kita keluarkan jika kita adalah perokok yang menghabiskan satu bungkus rokok dalam satu hari ( yang lebih itung sendiri yah :D). Jika rata rata harga rokok adalah 10 ribu. Dan kita adalah perokok yang menghabiskan satu bungkus rokok dalam waktu satu hari dengan rentang waktu selama 5 tahun. Kita asumsikan setahun itu merokok 350 hari (dipotong jika sedang tidak punya uang, hehe). Maka dana yang harus kita keluarkan sebesar :

Rp. 10.000 x 350 = Rp. 3.500.000 .

Jika lima tahun?

3.500.000 x 5 = Rp. 17.500.000

Jika rata-rata penghasilan orang di Indonesia sebesar 2.000.000/bulan maka sedikitnya dia hasus menyisihkan uang sebesar 300.000/bulan untuk merokok, hitungan yang baik mengatakan jika dalam penghasilan kita harus setidaknya 40% untuk kebutuhan pribadi dan 40% dari 2.000.000 adalah 800.000, sisa 500.000 untuk kebutuhan lainnya. Hemat saya alangkah lebih baiknya jika 800.000 itu di manfaatkan untuk kebutuhan pribadi yang lain. :D

Jumlah uang bila kita mengasumsikan inflasi 0%. Sedangkan rata-rata inflasi di indonesia adalah sekitar 6% pertahun.

Jumlah uang di atas jika kita manfaatkan untuk melakukan investasi maka akan lebih bermanfaat menurut saya. Maka dari itu bukan hanya tidak sehat, tapi merokok menyebabkan income kita berkurang karena “ membeli penyakit “.

Mari kita hindarkan kebiasaan buruk merokok, dengan niat yang baik dan dengan setulus hati, sesulit apapun tantangannya pasti terlewati karena saya punya keyakinan jika orang yang sudah tahu bahaya merokok dalam hati kecilnya ingin berhenti hanya saja sangat sulit.

CURHAT BAHAN BAKAR

Posted by aurora On 22.28 0 komentar

Hari ini pertamakalinya saya melihat spanduk(banner) di Pom bensin yang berisikan tentang “PREMIUM HANYA UNTUK YANG TIDAK MAMPU”. Di bawah informasi tersebut terdapat nama kementrian. Berarti itu sudah benar-benar di baku kan menjadi sebuah aturan, dengan menggandeng ulama mungkin satu kementrian ini mempunyai percaya diri yang besar. Yang saya heran, tadi saat saya akan membeli bahan bakar, dan kebetulan saya adalah pengguna bahan bakar non subsidi (jika perjalanan jauh). Kebetulan saya tadi melakukan perjalanan sekitar 90 KM memakai motor, otomatis saya akan membeli bahan bakar non subsidi, hal ini saya lakukan bukan karena saya orang kaya, tapi karena saya menjaga mesin motor saya agar tidak terlalu panas.

Setelah motor saya berjalan 14 KM saya menemukan sebuah POM bensin dan saya berhenti untuk mengisi bahan bakar motor saya. Saya masuk di barisan mobil karena tidak berniat untuk membeli premium. “premium disana pak!”, karyawan pom berbicara pada saya. “pertamax mas”, saya bilang. Dan jawaban dari dia adalah “kosong pak”.

Sedikit lama saya berpikir di pinggir jalan sebelum saya menyebrang jalan. Dengan adanya tulisan yang ada dalam spanduk itu berarti secara logika menganjurkan untuk membeli bahan bakar non subsidi. Nah pertanyaan saya, kok gag ada??????

Akhirnya saya putuskan untuk tidak mengisi karena pada keyakinan saya pada POM selanjutnya akan ada bahan bakar non subsidi itu. Tapi ternyata, 2 kali saya berhenti 2 kali juga saya mengalami hal sama. Di tiga Pom bensin secara berurutan saya tidak menemukan bahan bakar tersebut, daripada motor saya berhenti di tengah jalan saya putuskan untuk mengisi bahan bakar biasa. Saya hanya sedikit bingung mengapa hal ini bisa terjadi, ironis memang di tengah gembar gembor pembatasan bahan bakar subsidi, tapi yang tidak ada adalah bahan bakar non subsidi. Saya yakin ini bukan di sengaja, pasti ada hal yang bisa menyebabkan hal ini, tapi ya repot juga kalau memang keadaan terus seperti ini.

SEDIKIT TENTANG NEGARAKU

Posted by aurora On 20.42 0 komentar

INDONESIA nama negara ini .. negara yang kaya dan makmur (seharusnya) .. dahulu kala indonesia habis dijajah bangsa asing mungkin ini yang mengakibatkan rakyat indonesia sedikit sulit untuk bisa berkembang.

Banyak orang yang sudah berkarya kemudian tak lama negara ini "membuangnya" dan menjadi aset di negara orang. benar apa yang di katakan oleh soekarno jika perjuangannya zaman dulu tidak sesulit perjuangan zaman sekarang, karena zaman dulu yang dipikirkan hanyalah bagaimana mengusir penjajah. Tapi sekarang, tantangannya pun sudah berubah, rakyat indonesia harus berjuang “melawan” negaranya sendiri. Dengan kata lain, negara sudah banyak melenceng dari keinginan warga negaranya. Dari mulai pemimpin-pemimpin di Indonesia yang sudah semakin tidak berkualitas, dengan banyaknya kasus-kasus yang melibatkan para elit partai yang berkedudukan juga menjadi pemimpin bangsa, korupsi yang sudah semakin menjamur, para wakil rakyat yang hanya selalu menjadi bahan gunjingan media dengan “ulah” nakalnya.

Semua mungkin bosan melihat semua berita di televisi membicarakan tentang negara ini hanya kasus dan kasus, kasus yang terjadi di negara ini seperti musim yang datang silih berganti, selesai satu kasus pindah kasus lain, dan begitu seterusnya. Kisruh dengan wacana kenaikan BBM lah dan Fatwa yang mengharamkan orang kaya membeli BBM bersubsidi. Semua itu sungguh di luar akal ( menurut saya ) siapa yang tahu kita kaya atau tidak? Diri kita? Pasti semua orang menjawab belum kaya, orang yang menggunakan camry saja di ibukota menggunakan BBM bersubsidi. Berarti orang kaya pun tidak merasa dirinya kaya, jika indikatornya sebuah barang yang di pakai, jika ada orang yang memaksakan diri dengan memakai barang mewah tapi hasil kredit misalnya, apakah itu orang kaya? Jadi sebenarnya kaya kan relatif, bagaimana kita mengukurnya. Jika setiap pengisian BBM semua orang di cek NPWP, KTP, kartu kredit, debit, dan lainnya semua itu sungguh tidak EASNE (efisien, aman, sehat, nyaman, dan efektif) itu dipandang dari sebuah sistem kerja jika dibicarakan dalam teknik industri. Efisien dan efektif adalah hal yang paling utama tidak akan terlaksana dalam hal ini, jika harus naik ya naikan saja, toh walaupun naik atau tidak rakyat tetap ricuh.

Dengan apa yang terjadi ini apakah kita hanya tarus diam dan tak bisa berbicara apapun, dengan sedikit mengajak tentu tidak. Walaupun kita hanya orang kecil yang tak berdaya tapi kita pasti bisa melakukan suatu hal dengan cara apapun untuk merubah kondisi bangsa ini. Sesedikit apapun kontribusi kita terhadap negara, saya yakin bangsa ini bisa berubah. Jika saya boleh memberikan saran pada pemerintah, saya akan memberikan saran untuk menekan jumlah kendaraan di daratan indonesia. Saya kira tidak usahlah setiap kepala di keluarga mempunyai motor. Jika ada aturan yang tegas mengenai pembatasan jumlah kendaraan maka hal tersebut bisa menekan jumlah polusi, penggunaan BBM dan ikut serta dalam kampanye global warming.