Tadi pagi melihat berita di sebuah stasiun TV yang memberitakan lagi lagi bentrok mahasiswa di salah satu universitas. Saya kira setiap tahun selalu saja ada, bakan mungkin setiap bulan ada saja bentrok yang melibatkan mahasiswa di dalamnya. Entah apa yang terjadi tapi seperti ada suatu kebiasaan bagi oknum-oknum mahasiswa untuk melakukan aksi-aksi anarkis, anda tahu penyebabnya apa? Saya kira penyebab-penyebabnya rata-rata adalah masalah yang mungkin masih bisa di selesaikan dengan cara damai walaupun tidak sedikit diantaranya adalah masalah besar, tapi apakah hanya dengan jalan merusak bangunan, membakar ban dan aksi lainnya yang membuat negeri ini miris. Kita ambil contoh pada kasus yang kemarin terjadi yaitu bentrok di Universitas Patimura, memang penyebabnya adalah hal yang besar yaitu diduga karena adanya ketidak adilan dalam SNMPTN Universitas Patimura. Hal ini kebetulan adalah hal yang memang harus di angkat, jika memang tidak adil ini harus di usut. Tapi tidak sedikit juga yang bentrok karena masalah seperti adanya saling mengejek, malah ada karena seorang perempuan. Tidak jarang para mahasiswa langsung melakukan serangan jika seorang di antara teman mereka merasa mendapatkan sebuah “ketidakadilan”. Lalu setempramen inikah mahasiswa di zaman sekarang? Banyak mahasiswa yang hanya menghabiskan uang orang tuanya di kampus hanya untuk menjalankan kesenangannya “kuliah” dan membuatnya lama hidup di kampus, bukan tidak baik tapi menurut saya alangkah lebih baiknya jika para mahasiswa bisa memanfaatkan waktunya dengan baik dan segera membalas kebaikan orang tua. Banyak para mahasiswa yang seharusnya menjadi kaum intelek di mata masyarakat malah melakukan hal-hal yang merugikan banyak pihak hal itu ironis dengan keadaan pendidikan 9 tahun di indonesia. Banyak anak anak putus sekolah karena tidak mempunyai biaya dan harus menjadi tulang punggung keluarga untuk memperjuangkan hidupnya demi menemukan sesuap nasi.

Saya termasuk orang yang tidak panatis pada organisasi kemahasiswaan, walaupun saya bergelut juga didalamnya. Saya pikir dengan belajar berorganisasi dengan sederhanapun saya akan bisa mengarungi hidup selanjutnya. Banyak malah mahasiswa yang berpikir kuliah itu lebih tidak penting dari organisasi, dan katanya kuliah masih ada waktu sampai tujuh tahun. Tujuh tahun ? atau masih ada waktu buat DO? Kalau saya berasal dari orang berada mungkin saya akan berpikir seperti itu atau saya lebih memilih untuk menolong orang yang tidak bersekolah dari pada saya menghabiskan uang orang tua saya dengan percuma, tapi saya pikir saya harus secepatnya lulus dan bisa merubah kehidupan saya, keluarga dan bangsa ini, bangsa ini secepatnya butuh para penerus yang harus mengalihkan haluan negara ini ke arah yang lebih baik.

Anak putus sekolah sudah banyak, dan 80% diantaranya karena penyebab ekonomi, jutaan anak sekolah berharap ingin kembali kesekolah yang mungkin bisa di wujudkan dengan kebijakan pemerintah yang arif dan lebih memperhatikan rakyat kecil. Jika pemerintah membutuhkan penerus pada waktu dekat maka yang akan menjadi penerus bukannya para mahasiswa? Nah bagaimana jadinya jika negara ini di teruskan oleh orang orang yang hanya bisa melakukan kericuhan saat “belajarnya”. Rasanya cukup melihat hal hal yang tidak rasional terjadi di negeri ini dan segera lakukan hal terbaik untuk bangsa.

Categories:

Komentar :

ada 0 komentar ke “ANAK PUTUS SEKOLAH TAK DITENGOK MAHASISWA MALAH BENTROK”

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.