Pernah lihat acara musik? Pasti kebanyakan kalau acara musik di sponsori oleh perusahaan “tembakau”. Bagi setiap orang musik pasti penting, karena bagi saya pun hidup tanpa musik bagai sayur tanpa air menurut saya. Dari sisi itu mungkin para peusahaan tembakau sering menjadi sponsor untuk acara-acara yang berhunungan erat dengan diri kita. Pendapat saya para perusahaan tersebut melihat sisi bahwa orang orang di indonesia memang suka musik(misalnya), dan melihat pasar bagi produknya ya orang orang penikmat acara. Dalam angkutan umum kadang banyak orang yang berpikir itu mobil pribadi mungkin, dan seenaknya saja “ngebul” di depan orang banyak, mereka mungkin tidak sadar bahwa tidak semua orang tahan terhadap asap rokok.

Akhir akhir ini pun acara olahraga yang ratingnya tinggi pun di sponsori oleh rokok, dan perlu kita tahu bahwa pajak cukai dari rokok pada tahun 2010 itu mencapai 50 Triliun pertahun (sumber http://www.wartakota.co.id/) itu sebanding dengan 94 % penerimaan cukai.

Sungguh mengejutkan kan ? betapa membantunya pajak rokok terhadap bangsa ini, inilah salah satu alasan mengapa negara kita tidak bisa seperti Amerika dan negara lainnya yang telah mengambil langkah kongkrit berupa perubahan gambar di bungkus rokok dengan menggunakan gambar-gambar penyakit karena rokok. Dan pabrik rokok adalah pabrik yang paling banyak mempunyai buruh.

Terlepas dari itu kita harus tahu jika merokok adalah gaya hidup yang tidak sehat, dalam satu batang rokok saja bisa terkandung banyak bahan kimia yang bisa meningkatkan resiko terserang penyakit berat. Itu dilihat dari kesehatan, pernahkah anda berpikir berapa dana yang harus anda angggarkan untuk merokok dalam waktu misalnya lima tahun? mari kita cermati baik baik.

Kita asumsikan inflasi 0% (hal yang tidak mungkin bukan?) tapi marilah kita sedikit menghitung berapa banyak uang yang harus kita keluarkan jika kita adalah perokok yang menghabiskan satu bungkus rokok dalam satu hari ( yang lebih itung sendiri yah :D). Jika rata rata harga rokok adalah 10 ribu. Dan kita adalah perokok yang menghabiskan satu bungkus rokok dalam waktu satu hari dengan rentang waktu selama 5 tahun. Kita asumsikan setahun itu merokok 350 hari (dipotong jika sedang tidak punya uang, hehe). Maka dana yang harus kita keluarkan sebesar :

Rp. 10.000 x 350 = Rp. 3.500.000 .

Jika lima tahun?

3.500.000 x 5 = Rp. 17.500.000

Jika rata-rata penghasilan orang di Indonesia sebesar 2.000.000/bulan maka sedikitnya dia hasus menyisihkan uang sebesar 300.000/bulan untuk merokok, hitungan yang baik mengatakan jika dalam penghasilan kita harus setidaknya 40% untuk kebutuhan pribadi dan 40% dari 2.000.000 adalah 800.000, sisa 500.000 untuk kebutuhan lainnya. Hemat saya alangkah lebih baiknya jika 800.000 itu di manfaatkan untuk kebutuhan pribadi yang lain. :D

Jumlah uang bila kita mengasumsikan inflasi 0%. Sedangkan rata-rata inflasi di indonesia adalah sekitar 6% pertahun.

Jumlah uang di atas jika kita manfaatkan untuk melakukan investasi maka akan lebih bermanfaat menurut saya. Maka dari itu bukan hanya tidak sehat, tapi merokok menyebabkan income kita berkurang karena “ membeli penyakit “.

Mari kita hindarkan kebiasaan buruk merokok, dengan niat yang baik dan dengan setulus hati, sesulit apapun tantangannya pasti terlewati karena saya punya keyakinan jika orang yang sudah tahu bahaya merokok dalam hati kecilnya ingin berhenti hanya saja sangat sulit.

Categories:

Komentar :

ada 0 komentar ke “HIDUP SEHAT TANPA MEROKOK DAN KEUNTUNGANNYA”

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.